Mengkritik seseorang dengan menggunakan metode Hamburger

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami dikritik oleh seseorang baik itu dari orang tua kita, guru, dosen, atasan kita bahkan teman kita sendiri. Kita tahu bahwa dikritik memang tidak mengenakkan bagi kita. Namun, sebenarnya mengkritik itu memang perlu diberikan kepada seseorang yang dianggap melakukan kesalahan atau kurang maksimal dalam melakukan tugas yang diberikan.

Kritikan diberikan agar orang tersebut sadar akan kesalahan yang dilakukan dan dapat berkerja secara maksimal ke depannya. Jadi, memberikan kritikan adalah sesuatu yang positif. Namun, kebanyakan orang salah dalam menyampaikan kritik sehingga mengakibatkan orang yang dikritik menjadi tersinggung dan bahkan cenderung membenci si pengkritik. Hal tersebut bisa terjadi karena mungkin kita menyampaikan hujatan bukan kritikan.

Boss sedang mengkritik bawahannya
Boss sedang mengkritik dan mengevaluasi kinerja bawahanya
(sumber : intisari,grid.id)

Kritikan adalah memberikan tindakan koreksi dan masukkan yang positif sedangkan hujatan adalah kebalikan dari kata kritikan yang lebih condong ke arah negatif. Terkadang kita sulit untuk membedakan apakah kita memberikan sebuah kritikan atau hujatan. Ada sebuah metode yang memudahkan kalian dalam mengkritik seseorang. Gunakanlah “Metode Hamburger” dalam menyampaikan sebuah kritikan.

Metode Hamburger

Lapisan pada Hamburger dijadikan sebagai untuk mengkritik seseorang
Metode Hamburger
(sumber : alterdeskblog)

Hamburger terdiri dari 3 lapis bagian dimana 3 lapis hamburger ini bisa dianalogikan dalam mengkritik seseorang. Berikut contoh memberikan kritikan dengan menggunakan metode Hamburger :

Wah jhon, betapa luar biasanya kamu menyampaikan presentasi kamu kepada teman-temanmu. Kamu menyampikan dengan sangat baik. Namun alangkah baik jika dibagian slide pertama kamu bisa memberikan sedikit tambahan mengenai materi kamu sampaikan. Kebanyakan slide kamu juga banyak menampilkan tulisan. Sebaiknya kamu mengurangi tulisannya di slide dan kalau bisa kamu menambahkan lebih banyak gambar-gambar yang berhubungan dengan materi yang kamu sampaikan. Agar teman-temanmu dapat lebih mudah memahaminya. Mungkin hanya itu saja tambahan yang dapat saya berikan. Selebihnya semuanya sudah bagus dan semoga kedepan kamu dapat menyampaikan dan membuat bahan slide sebuah presentasi lebih baik lagi“.

Dari contoh diatas, untuk mengkritik seseorang mula-mula kita memberi pujian terlebih dahulu (lapisan pertama). Tujuan memberi pujian adalah untuk memberikan tahu bahwa sebenarnya kita menghargai dan menghormati usaha atau kinerja yang mereka lakukan. Saat kita memberi sebuah pujian kepada seseorang. Telinga orang tersebut akan terbuka untuk mendengarkannya karena kebanyakan orang lebih senang dipuji daripada dikritik. Oleh karena itu di lapisan pertama kita pujian dulu tapi dengan tulus dan jujur.

Setelah itu, di lapisan kedua, kita boleh memberikan sebuah kritikan yang disertai dengan masukkan dan saran agar orang tersebut dapat menyadari dimana letak kesalahanya. Di lapisan kedua, si penerima kritikan menerima berbagai kritikan yang membuat suasana hatinya mulai sedikit tersinggung dan kesal. Oleh karena itu, di lapisan terakhir kita tutup kritikan kita dengan memberikan sebuah pujian kembali agar suasana hatinya menjadi tenang kembali sehingga dia dapat menerima kritikan dan masukkan kita.

Semoga kalian dapat menerapkan metode Humberger di kehidupan kalian. Jangan lupa berikan komentar kalian mengenai artikel ini di kolom komentar dan share juga kepada teman-teman kalian yang belum mengetahuinya. Terima kasih sudah membaca tulisan saya.

Sumber

w

1 Comment

  1. Artikel yang sangat bermanfaat untuk saya, terutama dalam kehidupan kerja di pabrik. Saya jadi mengerti cara menyampaikan sebuah kritik agar teman tidak tersinggung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*