Kenapa para semut akan mati setelah ratu semut mati?

Semut termasuk ordo hymenoptera dimana koloni tersebut tidak akan dapat hidup tanpa adanya sang ratu. Kasus ini terjadi juga pada semua ordo hymenoptera seperti tawon, lebah dan semut.

Baca juga : bagaimana cara mengetahui ratu semut di koloni semut?

Semut memiliki sistem kasta dalam sebuah koloninya. Dalam koloni semut terbagi menjadi 3 yaitu semut pekerja, semut pejantan, dan sang ratu semut. Ratu semut mempunyai peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup koloninya.

Ratu semut hanya bertugas untuk bereproduksi. Lalu, sang ratu akan menghasilkan puluhan hingga jutaan telur yang akan menjadi semut pekerja. Ketika ratu semut itu mati maka secara perlahan-lahan koloni tersebut akan mati juga. [1]

Lantas, apa yang menyebabkan suatu koloni semut dapat mati setelah ratu semut mati? dan seberapa pentingkah peranan sang ratu semut bagi koloni semut?

Sebenarnya para koloni semut tidak bisa hidup jika tanpa adanya larva di sarang semut. Kenapa larva? Bukankah ratu semut yang mempunyai peranan penting. Ya, sang ratu semut memang berperan penting juga bagi koloni. Tapi, larva inilah yang sangat penting bagi koloni semut itu sendiri. Nah, untuk menjawab pertanyaan ini. Coba kalian perhatikan dahulu bentuk tubuh dari semut.

Struktur tubuh semut
Strukur tubuh semut
(Sumber gambar : docplayer.info)

Kalian perhatikan bentuk pinggang semut pada gambar di atas. Bentuk pinggang (waist) semut itu berukuran sangat kecil. Makanan yang masuk harus melewati pinggang sehingga semut tidak dapat memakan makanan yang keras atau padat.

Tapi, bukankah semut memiliki taring pada mulutnya?

Memang benar semut mempunyai taring yang berfungsi untuk mengunyah, memotong, menjepit dan mengigit. Meskipun demikian, taring tersebut tidak bisa untuk mengunyah makanan yang keras atau padat menjadi bentuk makanan yang lebih lunak sehingga semut tidak bisa menelan makanan yang padat karena pinggang perut semut sangat kecil.

Sekarang coba kalian bandingkan dengan pinggang larva semut berikut ini.

Larva semut yang memiliki pinggang yang besar
(Sumber gambar : www.forbes.com)

Lihatlah, larva tersebut tidak memiliki pinggang yang kecil artinya larva bisa memakan makanan yang padat. Semut pekerja dan ratu semut saling berkerja sama di dalam sarang untuk merawat telur sehingga menjadi larva.

Semut perkerja pergi keluar untuk mencari makanan dan membawanya ke dalam sarang dan meletakkannya di atas larva. Makanan tersebut akan ditelan dan dicerna. Lalu, larva tersebut akan mengeluarkan cairan yang kaya akan nutrisi bagi para semut. Nutrisi tersebut mengandung asam amino dan asam lemak.

Apa yang akan terjadi jika semut tanpa ada larva?

Nah, larva itu dihasilkan dari reproduksi ratu semut. Jika ratu semut mati artinya tidak ada larva. Jika tidak ada larva maka para semut akan mengalami gizi buruk. Selang beberapa hari kemudian koloni semut akan mati karena kelaparan. [2]

Jadi, itulah alasannya kenapa koloni semut akan mati setelah ratu semut mati lebih dahulu karena ratu semut menghasilkan larva yang berfungsi untuk memberikan asupan makanan yang bernutrisi bagi para semut.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. Jangan lupa bagikan informasi ini kepada teman-temanmu yang belum mengetahuinya. Sekian, terima kasih telah membaca tulisan ini ya.

Catatan Kaki

[1] https://sciencing.com/happens-queen-ant-dies

[2] https://www.forbes.com/why-do-ants-die-after-the-queen-dies/#370905ec3889


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*